Teaching Factory (TEFA) adalah model pembelajaran vokasi yang menempatkan sekolah sebagai unit produksi dan layanan berstandar industri.
Profil Teaching Factory
Mengenal lebih dekat konsep, tujuan, dan tata kerja Teaching Factory (TEFA) di SMK Syarif Hidayatullah Muara Badak.
Apa Itu Teaching Factory?
Teaching Factory (TEFA) adalah pendekatan pembelajaran vokasi yang meniru tata kelola industri. Sekolah bertindak sebagai unit produksi/layanan yang nyata, sehingga peserta didik mengalami langsung alur kerja industri: menerima order, memproduksi, menguji mutu, hingga menyerahkan hasil kepada pelanggan.
Model ini menjembatani kesenjangan antara kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
-
β
Belajar dari pengalaman nyata
Peserta didik mengerjakan produk/jasa sesungguhnya, bukan simulasi belaka.
-
β
Standar mutu industri
Setiap produk melewati pengendalian mutu sesuai standar kompetensi kerja.
-
β
Kemandirian finansial
Hasil produksi dikelola sebagai unit bisnis sekolah.
Learning by Producing
Produk dan layanan nyata menjadi media pembelajaran utama, dibimbing guru produktif dan praktisi industri.
Tujuan Teaching Factory
Kompetensi Sesuai Industri
Menghasilkan lulusan yang menguasai keterampilan teknis dan soft skills sesuai kebutuhan DUDI.
Sinergi SekolahβIndustri
Membangun kemitraan strategis dengan DUDI dalam kurikulum, magang, dan penempatan kerja.
Menumbuhkan Jiwa Wirausaha
Membentuk peserta didik yang inovatif, kreatif, dan mampu mengelola unit usaha secara mandiri.
Bagaimana TEFA Bekerja?
Empat tahap utama yang menjadikan pembelajaran setara dengan industri.
Penerimaan Order
Unit produksi menerima pesanan barang/jasa dari sekolah, masyarakat, maupun mitra industri.
Perencanaan & Produksi
Siswa merencanakan kebutuhan, membagi peran, dan melaksanakan produksi sesuai SOP.
Kontrol Mutu
Hasil produksi diperiksa oleh guru/praktisi agar memenuhi standar kualitas.
Penyerahan & Evaluasi
Produk diserahkan kepada pelanggan lalu dievaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.